Perusahaan sudah memberikan layanan, tetapi sebagian kompensasinya baru diperhitungkan dalam tarif periode berikutnya. Bagi tim keuangan, perbedaan waktu ini perlu ditelusuri sampai ke dasar penetapan tarif dan pencatatannya.
Estimasi baca 4 menit
Dalam bisnis dengan pengaturan tarif tertentu, jumlah yang dapat dibebankan kepada pelanggan mengikuti mekanisme yang disepakati atau ditetapkan regulator. Periode pemberian layanan dan periode pemulihan kompensasinya melalui tarif dapat berbeda. Akibatnya, membaca pendapatan yang ditagihkan saja belum cukup untuk memahami kinerja periode tersebut.
Persoalan ini dibahas dalam Draf Eksposur PSAK 120: Aset Regulatori dan Liabilitas Regulatori. Sebelum tim keuangan menyiapkan jurnal, perusahaan perlu memeriksa apakah pengaturan tarifnya termasuk dalam cakupan yang dimaksud.
Statusnya masih draf eksposur
DSAK IAI mengesahkan DE PSAK 120 pada 26 Agustus 2026 dan mengumumkannya pada 8 September. Draf tersebut merujuk pada IFRS 20 dan mencakup pengakuan, pengukuran, klasifikasi, penyajian, serta pengungkapan unsur regulatori. IAI menerima tanggapan sampai 9 Oktober 2026. Pengumuman IAI.
Tanggal efektif yang diusulkan adalah periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2029. Opsi penerapan lebih dini diusulkan mulai periode tahunan pada atau setelah 1 Januari 2027. Kedua tanggal itu masih merupakan usulan dalam DE PSAK 120. Pengesahan draf untuk konsultasi publik belum merupakan pengesahan PSAK final.
Pada tingkat internasional, IASB telah menerbitkan IFRS 20 dengan tanggal efektif 1 Januari 2029 dan memperbolehkan penerapan lebih dini. IFRS 20 melengkapi informasi berdasarkan IFRS 15 serta menggantikan IFRS 14. Perusahaan tetap perlu mengikuti proses penetapan standar Indonesia ketika menilai penerapan PSAK. IFRS Foundation.
Periksa pengaturan tarifnya
IFRS Foundation menjelaskan bahwa IFRS 20 ditujukan pada jenis pengaturan tarif tertentu yang menentukan berapa dan kapan perusahaan dapat membebankan jumlah kepada pelanggan. Perusahaan penyedia listrik, air, dan gas merupakan contoh bisnis yang sering berada dalam pengaturan tersebut. Nama sektor saja belum cukup untuk memastikan cakupan.
Tim keuangan perlu membaca perjanjian regulatori dan keputusan tarif yang berlaku pada perusahaan. Periksa mekanisme penyesuaian, periode pemulihan, serta dasar hak atau kewajiban yang timbul. Memiliki izin usaha atau menghadapi pengawasan harga belum dengan sendirinya menjawab seluruh pertanyaan tersebut.
Untuk penelaahan awal, kumpulkan dokumen berikut bersama bagian legal dan tim yang menangani hubungan dengan regulator:
- Perjanjian regulatori beserta perubahan dan masa berlakunya.
- Keputusan tarif serta perhitungan yang mendasarinya.
- Bukti persetujuan atau korespondensi mengenai penyesuaian tarif.
- Catatan jumlah yang sudah diperhitungkan dalam tarif dan jumlah yang masih menunggu periode berikutnya.
Daftar ini merupakan saran persiapan internal. Kesimpulan cakupan dan perlakuan akuntansi memerlukan pembacaan ketentuan secara lengkap.
Telusuri perbedaan waktunya
Menurut IAI, aset dan liabilitas regulatori berkaitan dengan perbedaan periode antara kompensasi yang diperkenankan atas barang atau jasa regulatori dan pemasukan jumlah tersebut ke tarif regulasian. Karena itu, perusahaan memerlukan catatan yang menghubungkan layanan, dasar kompensasi, dan periode tarif terkait. IAI, DE PSAK 120.
Sebagai ilustrasi sederhana, suatu pengaturan dapat memperkenankan pemulihan kompensasi atas layanan tahun berjalan melalui tarif tahun berikutnya. Tim keuangan perlu menelusuri dasar pemulihan tersebut dan menghitung bagian yang telah diperhitungkan dalam tarif. Ilustrasi ini menjelaskan urutan waktunya; pengakuan aset tetap memerlukan pengujian syarat standar.
Jangan mengelompokkan seluruh biaya yang belum tertutup tarif sebagai aset regulatori. Harapan perusahaan bahwa regulator akan menaikkan tarif belum cukup untuk menentukan pencatatan. Berkas pendukung harus menjelaskan pengaturan yang mendasarinya.
Hubungkan data tarif dengan pembukuan
Jika penelaahan awal menunjukkan kemungkinan masuk cakupan, bagian keuangan dapat mulai memetakan sumber data. Catat siapa yang menyusun perhitungan tarif, siapa yang menyimpan keputusan regulator, dan bagaimana angka tersebut dicocokkan dengan buku besar.
Satu daftar kerja dapat memuat periode layanan, komponen kompensasi, referensi persetujuan, periode pemasukan ke tarif, dan saldo yang masih harus ditelusuri. Simpan perubahan perhitungannya agar tim dapat menjelaskan mengapa angka bertambah atau berkurang.
Ini juga membantu perencanaan kas. Jumlah yang secara akuntansi memenuhi syarat pengakuan tetap perlu dipisahkan dari perkiraan waktu penerimaan uang. Penagihan dan pembayaran pelanggan mempunyai jadwal yang harus terlihat dalam proyeksi kas perusahaan.
Gunakan masa konsultasi untuk persoalan yang konkret
Perusahaan yang berpotensi masuk cakupan dapat memakai masa konsultasi untuk menguji rancangan terhadap pengaturan tarifnya sendiri. Tanggapan akan lebih berguna jika menjelaskan persoalan tertentu, misalnya dokumen yang tersedia, mekanisme penyesuaian tarif, atau kesulitan memperoleh data historis.
IAI membuka penyampaian tanggapan melalui dsak@iaiglobal.or.id dan iai-info@iaiglobal.or.id sampai 9 Oktober 2026. Sebelum mengirim, pilih contoh transaksi atau pengaturan tarif, jelaskan bagian draf yang menimbulkan pertanyaan, lalu uraikan dampak praktisnya bagi penyusunan laporan keuangan.
Artikel bertanggal 10 September 2026 menggunakan konteks pengumuman IAI tanggal 8 September 2026. DE PSAK 120 masih dalam konsultasi publik pada konteks tersebut. Langkah persiapan dan ilustrasi merupakan analisis editorial. Sumber ditelaah kembali pada 17 September 2026.