Laba bersih yang sama dapat berasal dari kegiatan usaha yang berbeda. Pemilik perusahaan perlu tahu berapa hasil operasinya, berapa penghasilan investasinya, dan berapa biaya pendanaannya. Cara memisahkan angka-angka itu akan mendapat perhatian lebih besar mulai 2027.
Estimasi baca 6 menit
DSAK Ikatan Akuntan Indonesia mengesahkan PSAK 118 tentang Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan pada 28 Mei 2025. Standar ini menggantikan PSAK 201 dan berlaku efektif 1 Januari 2027. Rujukannya adalah IFRS 18. Pengumuman IAI.
Bagi tim keuangan, pekerjaan persiapannya bisa dimulai dari laporan yang sudah ada. Periksa akun yang selama ini masuk ke pendapatan atau beban lain-lain. Baca kembali cara perusahaan menghitung laba operasi. Setelah itu, lihat apakah rincian transaksi cukup untuk menyusun laporan dengan pengelompokan baru.
Periksa standar yang digunakan perusahaan
Kewajiban menerapkan PSAK 118 perlu dibaca dalam kerangka pelaporan perusahaan. Bentuk badan usaha PT saja belum cukup untuk menentukan standar yang harus dipakai.
Perusahaan yang menyusun laporan berdasarkan SAK Indonesia dan menggunakan PSAK 201 perlu menyiapkan perubahan ini. Untuk perusahaan yang menggunakan SAK Indonesia untuk Entitas Privat atau SAK EMKM, periksa ketentuan dalam kerangka masing-masing terlebih dahulu.
IAI menjelaskan bahwa SAK EP mempunyai pengaturan dalam 35 bab dengan rujukan silang di dalam kerangka tersebut. SAK EMKM juga merupakan standar yang berdiri sendiri. Karena itu, penerbitan PSAK 118 tidak otomatis mewajibkan seluruh pengguna SAK EP atau SAK EMKM mengganti format laporan mereka. IAI tentang SAK EP, IAI tentang SAK EMKM.
Langkah awalnya sederhana. Buka catatan kebijakan akuntansi dan pastikan dasar penyusunan laporan tertulis dengan jelas. Jika selama ini perusahaan memakai template tanpa menetapkan standar yang sesuai, persoalan itu perlu diselesaikan lebih dulu.
Laporan laba rugi akan lebih terstruktur
IAI menjelaskan bahwa perubahan terutama terjadi pada laporan laba rugi dan catatan atas laporan keuangan. Penghasilan dan beban dikelompokkan ke dalam lima kategori. Ada pula ketentuan penyajian subtotal laba operasi, laba sebelum pendanaan dan pajak penghasilan, serta laba rugi keseluruhan. IAI.
| Kategori | Gambaran umum untuk perusahaan dagang biasa |
|---|---|
| Operasi | Penjualan, harga pokok penjualan, dan beban operasi |
| Investasi | Penghasilan investasi tertentu, termasuk bunga dari kas dan setara kas |
| Pendanaan | Beban bunga pinjaman dan unsur pendanaan yang memenuhi ketentuan |
| Pajak penghasilan | Beban atau penghasilan pajak sesuai standar pajak penghasilan |
| Operasi yang dihentikan | Hasil operasi yang memenuhi kriteria operasi dihentikan |
Tabel tersebut adalah panduan membaca, dengan mengacu pada penjelasan IFRS 18. Klasifikasi tetap mengikuti sifat transaksi dan kegiatan usaha utama. Bank atau perusahaan yang kegiatan utamanya berinvestasi mempunyai ketentuan khusus. IFRS Foundation, halaman 5 sampai 8.
Contoh sederhana untuk pemilik usaha
Anggap sebuah perusahaan dagang mempunyai penjualan Rp10 miliar. Harga pokok penjualannya Rp6 miliar dan beban operasinya Rp2 miliar. Perusahaan juga menerima penghasilan bunga Rp100 juta, menanggung bunga pinjaman Rp300 juta, serta membukukan beban pajak penghasilan Rp400 juta.
Dengan asumsi penghasilan bunga masuk kategori investasi dan bunga pinjaman masuk pendanaan, ilustrasinya sebagai berikut.
| Pos | Nilai dalam juta rupiah |
|---|---|
| Penjualan | 10.000 |
| Harga pokok penjualan | (6.000) |
| Laba bruto | 4.000 |
| Beban operasi | (2.000) |
| Laba operasi | 2.000 |
| Penghasilan bunga | 100 |
| Laba sebelum pendanaan dan pajak penghasilan | 2.100 |
| Beban bunga pinjaman | (300) |
| Laba sebelum pajak penghasilan | 1.800 |
| Beban pajak penghasilan | (400) |
| Laba bersih | 1.400 |
Angka ini merupakan ilustrasi editorial, bukan data perusahaan tertentu. Beban pajaknya diasumsikan untuk memudahkan contoh.
Pemilik usaha dapat melihat laba operasi Rp2 miliar dan menilai pengaruh pendanaan secara terpisah. Pertanyaan ketika membaca laporan juga lebih terarah. Misalnya, apakah penurunan laba berasal dari margin penjualan, kenaikan biaya operasional, atau bertambahnya bunga pinjaman?
IFRS Foundation menjelaskan bahwa perubahan ini berfokus pada penyajian dan pengungkapan, tanpa mengubah pengukuran kinerja maupun jumlah laba keseluruhan. IFRS Foundation, halaman 2 dan 4.
Angka kinerja manajemen perlu bisa ditelusuri
Perusahaan kadang menggunakan istilah seperti laba yang disesuaikan atau adjusted operating profit dalam presentasi investor. Jika memenuhi definisi ukuran kinerja tetapan manajemen atau UKTM, angka tersebut memerlukan pengungkapan.
Dalam IFRS 18, cakupannya berupa subtotal penghasilan dan beban tertentu yang digunakan dalam komunikasi publik untuk menyampaikan pandangan manajemen tentang kinerja perusahaan secara keseluruhan. Definisi ini tidak mencakup setiap KPI internal. IFRS Foundation, halaman 9 dan 10.
Pengungkapannya mencakup cara menghitung ukuran tersebut dan rekonsiliasi ke total atau subtotal standar yang paling langsung dapat dibandingkan. Dampak pajak penghasilan dan kepentingan nonpengendali atas setiap penyesuaian juga perlu dijelaskan. IFRS Foundation, Effects Analysis, halaman 22.
Untuk persiapan, kumpulkan presentasi investor dan laporan manajemen yang digunakan dalam komunikasi publik. Tandai angka laba yang mempunyai perhitungan tambahan. Tim keuangan kemudian dapat memeriksa dasar penyesuaiannya bersama pihak yang menyampaikan informasi tersebut.
Catatan dan arus kas ikut diperiksa
Pengelompokan informasi perlu menjaga agar rincian material tetap terlihat. Akun dengan karakteristik berbeda mungkin perlu dipisahkan, termasuk ketika selama ini terkumpul dalam pos lain-lain. IFRS Foundation, halaman 13.
Untuk arus kas, perubahan pada standar rujukannya mencakup penggunaan laba operasi sebagai titik awal metode tidak langsung. Pilihan klasifikasi arus kas bunga dan dividen juga dibatasi. Kategori dalam laporan laba rugi dan laporan arus kas tidak selalu mempunyai arti yang sama. IFRS Foundation, Effects Analysis, halaman 27.
Karena itu, perubahan template sebaiknya disertai pemeriksaan rumus dan sumber data. Memindahkan satu akun ke baris baru dapat memengaruhi subtotal, rasio, dan laporan internal yang menarik angka dari baris tersebut.
Data 2026 sebaiknya mulai disiapkan
IFRS 18 mensyaratkan penerapan retrospektif. IFRS Foundation secara khusus menjelaskan kebutuhan data komparatif 2026 bagi perusahaan yang menerapkan IFRS 18 pada 1 Januari 2027 dan menyajikan satu tahun pembanding. IFRS Foundation, Effects Analysis, halaman 47.
Bagi perusahaan yang menyiapkan PSAK 118, ini alasan praktis untuk mulai merapikan data 2026. Rincian kewajiban transisi tetap perlu dicocokkan dengan teks final PSAK 118 dalam SAK Online IAI.
Mulailah dari satu neraca saldo bulanan. Susun pemetaan akun ke laporan baru, lalu tandai transaksi yang memerlukan penilaian lebih lanjut. Simpan alasan klasifikasi agar tim memakai dasar yang sama pada bulan berikutnya. Jika laporan keuangan diaudit, bahas akun yang meragukan dengan auditor sejak tahap persiapan.
TouTax menyarankan perusahaan memulai dari pemeriksaan standar yang digunakan dan satu contoh laporan. Hasilnya dapat dipakai untuk menentukan perubahan akun, kebutuhan rincian transaksi, serta penyesuaian template yang memang diperlukan.
Untuk membahas kesiapan laporan keuangan perusahaan, jadwalkan diskusi awal bersama TouTax.
Referensi
- Ikatan Akuntan Indonesia, Pengesahan PSAK 118 tentang Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan, 18 Juni 2025.
- Ikatan Akuntan Indonesia, Tentang SAK Entitas Privat dan Tentang SAK EMKM.
- IFRS Foundation, Project Summary IFRS 18, April 2024.
- IFRS Foundation, Effects Analysis IFRS 18, April 2024.
- Ikatan Akuntan Indonesia, SAK Online, akses teks standar melalui akun atau langganan yang sesuai.
Artikel ini menggunakan pengumuman IAI dan materi penjelasan IFRS 18 sebagai standar rujukan. Penerapan pada perusahaan tetap mengikuti teks final PSAK 118, kerangka pelaporan yang digunakan, dan fakta transaksi perusahaan.